🇮🇩 Informasi Praktis untuk Wisatawan Indonesia
- ✈️ Penerbangan: Penerbangan langsung dari Jakarta (CGK) ke Taipei Taoyuan (TPE) tersedia dengan Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink, durasi sekitar 5–6 jam. Dari Surabaya (SUB) juga ada penerbangan langsung.
- 🛂 Visa: Warga Negara Indonesia (WNI) memerlukan visa untuk masuk Taiwan. Visa on Arrival (VOA) tersedia di bandara Taoyuan dengan biaya sekitar USD 50. Alternatif: ajukan visa Taiwan di KDEI Taipei atau agen perjalanan terpercaya.
- 💵 Mata Uang: Mata uang Taiwan Dollar (TWD). 1 TWD ≈ sekitar 450–480 IDR (2026). Penukaran uang bisa dilakukan di money changer resmi Taipei atau gunakan kartu debit/kredit berlogo Visa/Mastercard.
- 📱 Aplikasi Rekomendasi: Google Maps untuk navigasi. KKday / KLOOK untuk pemesanan aktivitas wisata. Kartu EasyCard (悠遊卡) untuk transportasi umum di seluruh Taiwan — bisa dibeli di bandara.
Taiwan adalah destinasi wisata yang ramah, modern, dan penuh pengalaman menarik. Namun seperti negara Asia lainnya, Taiwan punya norma budaya dan pantangan yang perlu dipahami sebelum berkunjung. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi mengetahui hal ini justru akan membuat perjalananmu lebih lancar, diterima baik oleh warga lokal, dan terhindar dari situasi canggung yang tidak perlu.
1. Hindari Angka 4 dan Warna Putih dalam Konteks Tertentu
Di Taiwan (dan budaya Tionghoa umumnya), angka 4 (四, sì) dianggap sial karena pelafalannya mirip dengan kata “mati” (死, sǐ). Banyak gedung dan hotel di Taiwan yang tidak memiliki lantai 4, nomor kamar 4, atau deretan yang dimulai dari 4.
Tips untuk traveler Indonesia: jangan terkejut jika lift di hotel Taiwan langsung melompat dari lantai 3 ke lantai 5. Dan jangan pernah memberi hadiah dalam jumlah 4 (4 buah, 4 botol, dll.) karena dianggap tidak sopan.
Warna putih di Taiwan identik dengan berkabung dan kematian — berbeda dari budaya Barat yang memaknainya sebagai kemurnian. Hindari memberikan bunga putih atau kartu ucapan dengan dominasi warna putih sebagai hadiah.
2. Jangan Menancapkan Sumpit Tegak di Mangkuk Nasi
Ini adalah salah satu pantangan paling umum di seluruh Asia Timur, termasuk Taiwan. Menancapkan sumpit secara tegak lurus di mangkuk nasi adalah simbol yang identik dengan ritual pemakaman — di mana dupa ditancapkan tegak di tempat abu. Lakukan ini di restoran Taiwan dan kamu akan mendapat tatapan tidak nyaman dari orang sekitar.
Cara benar: letakkan sumpit secara horizontal di atas mangkuk atau gunakan tatakan sumpit yang biasanya disediakan restoran.
3. Jangan Memberi Jam, Sandal, atau Payung sebagai Hadiah
Beberapa hadiah yang tampak biasa bagi orang Indonesia ternyata membawa makna buruk dalam budaya Taiwan:
- Jam (tangan atau dinding) — memberi jam dalam Bahasa Mandarin (送鐘, sòng zhōng) terdengar sama dengan “mengantarkan ke pemakaman”. Ini dianggap sangat sial dan tidak sopan.
- Sandal atau sepatu — bermakna “mengusir pergi” karena orang yang pergi jauh memakai sepatu.
- Payung (傘, sǎn) — pelafalannya mirip dengan “bubaran” atau “berpisah”. Hindari sebagai hadiah untuk pasangan atau teman dekat.
- Cermin — dalam kepercayaan Tionghoa, cermin bisa menarik hantu.
4. Jangan Menunjuk Bulan dengan Jari
Kepercayaan lokal di Taiwan mengatakan bahwa menunjuk bulan dengan jari telunjuk bisa membawa nasib buruk — dewi bulan dianggap bisa marah dan memotong telinga orang yang menunjuknya. Tentu ini adalah kepercayaan tradisional, tapi tetap hormati dengan tidak melakukannya di depan orang Taiwan yang lebih tua.
5. Jangan Mengetuk Meja di Restoran
Di beberapa budaya Asia Tenggara, mengetuk meja untuk memanggil pelayan adalah hal biasa. Di Taiwan, mengetuk meja dianggap tidak sopan — itu adalah cara yang dilakukan pengemis untuk meminta sedekah. Untuk memanggil pelayan di Taiwan, cukup angkat tangan ringan atau panggil dengan sopan “不好意思” (bù hǎo yì si, artinya “permisi”).
6. Perhatikan Pakaian saat Mengunjungi Kuil
Taiwan punya banyak kuil yang sangat aktif sebagai tempat ibadah, bukan sekadar objek wisata. Saat berkunjung, perhatikan dress code:
- Hindari pakaian terlalu minim (rok mini pendek, tank top, atau bahu terbuka) saat masuk area kuil utama
- Pada hari-hari khusus upacara (Ghost Month / bulan ke-7 lunar), hindari pakaian serba hitam atau serba putih
- Lepaskan topi saat masuk ke dalam ruang utama kuil
- Foto boleh, tapi minta izin terlebih dahulu saat ada upacara berlangsung
7. Etika di Transportasi Umum Taiwan
MRT (metro) Taiwan adalah salah satu yang paling tertib dan bersih di Asia. Ada beberapa aturan yang wajib diikuti:
- Dilarang makan dan minum di dalam MRT — bahkan permen karet dan minuman botol sekalipun. Denda bisa mencapai TWD 7.500!
- Kursi prioritas (warna merah muda) diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Meskipun bukan kewajiban hukum, sangat diharapkan penumpang lain mengosongkan kursi ini jika ada yang membutuhkan.
- Antri masuk kereta dari sisi kiri dan kanan pintu — biarkan penumpang turun terlebih dahulu sebelum masuk
- Tidak perlu berbicara keras di dalam MRT — budaya Taiwan di transportasi umum cenderung tenang
8. Ghost Month (Bulan Hantu) — Pantangan Khusus di Bulan ke-7 Lunar
Bulan ke-7 dalam kalender lunar (biasanya sekitar Agustus–September) adalah Ghost Month — bulan di mana, menurut kepercayaan lokal, arwah leluhur bebas berkeliaran di dunia manusia. Selama periode ini, orang Taiwan sangat memperhatikan pantangan:
- Hindari berenang di laut atau sungai malam hari
- Jangan memungut barang yang tergeletak di jalan — terutama makanan persembahan
- Jangan bersiul di malam hari (dipercaya memanggil arwah)
- Hindari foto di tempat-tempat tua atau gelap di malam hari
Sebagai wisatawan, kamu tidak harus mengikuti semua pantangan ini, tapi hormati jika melihat ritual atau sesaji di jalan — jangan mengganggu atau mengejek.
9. Perhatikan Larangan Memotret
Beberapa tempat di Taiwan memiliki larangan fotografi yang ketat:
- Ruang dalam beberapa kuil (terutama altar utama)
- Museum tertentu (cek tanda larangan sebelum memotret)
- Pangkalan militer dan bangunan pemerintahan tertentu
- Area privat seperti hot spring indoor
Selalu perhatikan tanda larangan dan minta izin jika ingin memotret orang lokal — ini adalah etiket dasar yang berlaku di semua negara.
10. Tips Umum Sopan Santun dengan Warga Taiwan
- Gunakan kedua tangan saat menerima atau memberi sesuatu (kartu nama, hadiah, uang) — ini adalah tanda rasa hormat
- Jangan membuat keributan di tempat umum — orang Taiwan sangat menghargai ketenangan dan ketertiban
- Ucapkan terima kasih (謝謝, xièxie) sesering mungkin — warga Taiwan sangat menghargai wisatawan yang berusaha menggunakan sedikit bahasa lokal
- Antri dengan tertib — ini adalah nilai yang sangat dijunjung tinggi di Taiwan
- Jangan menyebut Taiwan sebagai “provinsi China” — ini adalah topik yang sangat sensitif secara politik di Taiwan
Pertanyaan Umum (FAQ)
Q: Apakah WNI perlu visa untuk ke Taiwan?
A: Ya. WNI memerlukan visa untuk masuk Taiwan. Tersedia Visa on Arrival (VOA) di Bandara Taoyuan seharga sekitar USD 50. Bisa juga mengajukan visa sebelumnya melalui KDEI Taipei atau agen visa terpercaya.
Q: Berapa lama penerbangan Jakarta–Taipei?
A: Penerbangan langsung dari Jakarta (CGK) ke Taipei Taoyuan (TPE) membutuhkan sekitar 5–6 jam. Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink melayani rute ini.
Q: Apakah ada makanan halal di Taiwan?
A: Ada, meski tidak sebanyak di Indonesia. Cari restoran dengan label “清真” (halal) atau gunakan aplikasi HalalTrip untuk menemukan opsi makanan halal terdekat. Muslim di Taiwan cukup mudah menemukan makanan seafood atau vegetarian.
Q: Kartu SIM apa yang cocok untuk wisatawan Indonesia di Taiwan?
A: Beli SIM card wisata di Bandara Taoyuan (Chunghwa Telecom, Taiwan Mobile). Harga sekitar TWD 300–500 untuk paket data 4G/5G selama 3–7 hari. Juga bisa pakai roaming Telkomsel/XL yang sudah bekerja sama dengan provider Taiwan.
Q: Bagaimana cara naik transportasi umum di Taiwan?
A: Beli kartu EasyCard (悠遊卡) di stasiun MRT atau 7-Eleven. Kartu ini bisa digunakan untuk MRT, bus, bis antarkota, bahkan pembayaran di minimarket. Sangat praktis dan hemat.
Artikel Terkait
Pertanyaan Umum (FAQ)
Q: Apakah WNI perlu visa untuk ke Taiwan?
A: Ya. WNI memerlukan visa untuk masuk Taiwan. Tersedia Visa on Arrival (VOA) di Bandara Taoyuan seharga sekitar USD 50. Bisa juga mengajukan visa sebelumnya melalui KDEI Taipei atau agen visa terpercaya.
Q: Berapa lama penerbangan Jakarta–Taipei?
A: Penerbangan langsung dari Jakarta (CGK) ke Taipei Taoyuan (TPE) membutuhkan sekitar 5–6 jam. Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink melayani rute ini.
Q: Apakah ada makanan halal di Taiwan?
A: Ada, meski tidak sebanyak di Indonesia. Cari restoran dengan label “清真” (halal) atau gunakan aplikasi HalalTrip untuk menemukan opsi makanan halal terdekat. Muslim di Taiwan cukup mudah menemukan makanan seafood atau vegetarian.
Q: Kartu SIM apa yang cocok untuk wisatawan Indonesia di Taiwan?
A: Beli SIM card wisata di Bandara Taoyuan (Chunghwa Telecom, Taiwan Mobile). Harga sekitar TWD 300–500 untuk paket data 4G/5G selama 3–7 hari. Juga bisa pakai roaming Telkomsel/XL yang sudah bekerja sama dengan provider Taiwan.
Q: Bagaimana cara naik transportasi umum di Taiwan?
A: Beli kartu EasyCard (悠遊卡) di stasiun MRT atau 7-Eleven. Kartu ini bisa digunakan untuk MRT, bus, bis antarkota, bahkan pembayaran di minimarket. Sangat praktis dan hemat.
- Cara Mengurus Visa Taiwan untuk WNI
- Itinerary Taiwan 7 Hari untuk Traveler Indonesia
- Cara Mengurus Visa ETA Sri Lanka untuk WNI
Ditulis oleh Phan Thế Anh — travel blogger dan content creator yang telah menjelajahi lebih dari 30 negara di Asia. Ikuti perjalanan saya di YouTube @ThayGiaoAnh, Instagram @lecturer.anh & TikTok @phantheanh88 untuk inspirasi wisata terbaru.

Tinggalkan Balasan